STUDI FENOMENOLOGI: PENGALAMAN KADER DESA SIAGA SEHAT JIWA (DSSJ) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN BANTUR MALANG

  • Dedi Kurniawan
  • Indah Winarni
  • Fransiska Imavike Fevriasanty

Abstract

Penanganan masalah kesehatan jiwa telah bergeser dari Hospital based menjadi Communitybased psychiatric services, sehingga pelayanan tidak hanya berfokus terhadap upaya kuratif tetapilebih menekankan upaya proaktif yang berorientasi pada upaya pencegahan (preventif) danpromotif (WHO, 2013). Salah satu upaya dalam menangani masalah kesehatan jiwa masyarakatyaitu melalui pengembangan Desa Siaga Sehat Jiwa (DSSJ) sebagai program kesehatan mentalberbasis masyarakat (Keliat et al., 2011). Terwujudnya DSSJ tentunya membutuhkan peran sertakader (Marchira, 2014). Tujuan dari penelitian inimengeksplorasibagaimana pengalaman kaderDesa Siaga Sehat Jiwa (DSSJ) di wilayah kerja puskesmas kecamatan Bantur Malang. Desainpenelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretif.Pengumpulan data dengan menggunakan metode wawancara mendalam dengan panduanwawancara semi terstruktur yang melibatkan enam orang partisipan dan dianalis dengan Interpretifphenomenologi analysis. Penelitian ini menghasilkan empat tema meliputi:senang mempunyaikesempatan untuk membantu sesama semampunya, prihatin akibat belum optimalnya dukungansemua pihak, puas melihat upayanya membuahkan hasil yang baik, dan merasa iba dengankondisi yang dialami pasien. masyarakat yang memiliki stigma negatif terhadap klien gangguanjiwa cenderung menghindari dan tidak mau memberikan bantuan terhadap orang yang menderitagangguan jiwa sehingga mempersulit dalam proses penyembuhan. Kesimpulan dalam penelitianini ialah niat tulus dan rasa tanggung jawab tinggi yang dimiliki kader menjadi kunci kegigihankader melaksanakan tugas untuk membantu pasien dan keluarga, sehingga terwujudnya DSSJ diwilayah kerja Puskesmas Kecamatan Bantur.
Published
2017-11-23